Kucumbui tahajud yang hening senyum memujuk tangis dalam relung hati berbisik kepada bulan tentang dusta-dusta yang tersumbat di salur nadi
“Ibu baik-baik saja,” bisikku meski jiwa merintih “Ibu okey,” penuh yakin, asal tiada yang kucar kacir “Ibu kenyang dah,” aku bersumpah, walau usus menggerogoti “Ibu sihat,” menahan riak keraguan





