Ah...! Kau pun masih berkata lagi seperti aku yang masih menjilat luka dari mabuk cinta yang kehilangan seorang Laila lihatlah anjing yang berkeliaran dirasuk malam sihir angin yang tidak menunjukkan wajah apa gunanya kau menyamar seperti puaka selagi mentari tidak membakar nista dan sumpah dan bulan tidak berpesan rindu dan gundah waktu dan hari, aku bukan Majnun yang lara.
Oh....!...






