Membiarkan kesumat kian hari kian melarat iblis gelak memeluk erat minda kosong lagi singkat hancur lebur ikatan umat berjiwa parah semakin sarat tenggelam sudah suara sepakat terkatung-katung wajah-wajah kelat
berombak-ombak hatinya pukulan iri puncanya benci berapi-api membara meruap bahang dengki terasa merebak penuhi ruang putih yang ada hati gelap seakan mati sengsara tika tersedar sekelumit iri beraja nyahkan dari duduk...






