AKU tidak mahu mengingatkan masa silam. Mengingatkannya samalah seperti aku membuka jendela kenangan yang diiringi angin pengalaman yang keras. Tapi ada semacam kuasa untuk aku bagaikan menderhaka pada kalbu yang terusik. Jelaslah aku benar-benar terpanggil dan tercabar. Tercabar seperti aku alami ketika 'berperang' suatu ketika dahulu. Hujan kenangan itu tertempias masuk ke dalam kamar diriku, membasahi keadaan yang tidak menyenangkan....





