Sejak mendirikan rumah tangga, Cik Nur Asyiqin Jumuto dan suaminya, seorang warga Indonesia, Encik Ahmadi Yuswar, telah membina kehidupan yang mereka impikan di Batam, Indonesia.
Bersama dua cahaya mata berusia 10 dan tiga tahun, pasangan itu telah menetap di sana selama lima tahun, meraih manfaat daripada kos sara hidup yang lebih rendah dan masyarakat yang bersemangat di pulau itu.





