Dalam pelukan lautan nan luas
Terumbang-ambing dibuai gelombang
Di atas riak ombak buih menari
Mengikut rentak alunan ombak
Setiap letusan, setiap hilang
Biar diri kecil tidak dipandang
Hakikat
Sepanjang perjalanan
dalam setahun yang panjang
antara banyak pohon kita lewati
kita terpanggil lagi
untuk berteduh di sini
di bawah pohon Ramadan
betapa rahmatnya dapat berteduh
sambil bermuhasabah
Lembaran demi lembaran sudah terisi
Jalanan sudah dilalui bersama sinar pagi
Terdapat cahaya di dalamnya kelam
Ada tawa bak bongkaknya ombak
Yang memecah sunyinya pantai
Sakit luka yang terhiris duri
Aku mimpi indah malam itu
seakan aku telah bersertu
aku meredah hutan batu
ngauman singa bertalu-talu
menyergah tapi terkaku-kaku
merah kuning hijau ku lalu
tidak tergesa atau melulu
Persaingan liku-liku kehidupan tersangatlah sengit,
Kesibukan menghindari rehat sedetik,
Daripada semangat anak-anak berhingusan,
Kepada keletihan yang umur berpanjangan.