Hidupmu Hanya Mimpi Di Malam Hari

Share on FacebookShare on TelegramShare on WhatsApp
Purchase this articleDapatkan artikel ini
untuk diterbitkan semula
Premium

Hidupmu Hanya Mimpi Di Malam Hari

Mar 26, 2017 | 5:30 AM

Hidupmu Hanya Mimpi Di Malam Hari

Share on FacebookShare on TelegramShare on WhatsApp
Purchase this articleDapatkan artikel ini
untuk diterbitkan semula
-

Semalam tanpa rela kau ucapkan salam perpisahan pohon tua yang kesepian dan sedihnya warna senja ia cukup tahu bila kesementaraan itu memandang matamu mencari akar-akar yang melilit jejak kakimu ragamu menanggalkan ranting-ranting dari jarak usiamu kau cemburukan gunung yang ada puncak gemilangnya kau ingin menjadi angin yang berpindah setiap musim

lalu kau pun bersedih bersama kenangan manismu. Jangan kau tanya tentang cinta dan derita rindunya selagi bayu gunung tidak menyampaikan dingin salju kau hanya daun-daun mimpi dalam tidur yang lena ia cukup faham bila takdir itu menentukan bencana yang menyerkup di tempurung kepala harapan yang pecah serpihan cermin kehidupan kau merindukan masa silam yang hilang begitu saja kerana sepi malam masih terdengar rintihanmu setiap sibuk siang nampak tersandang keletihanmu.

Share on FacebookShare on TelegramShare on WhatsAppPurchase this article
Man IconQuiz LogoUji pengetahuan anda dalam bahasa Melayu
  • undefined-menu-icon
  • undefined-menu-icon

Khidmat pelangganan

6388-3838

Meja Berita

Anda ada maklumat mengenai sesuatu berita menarik?
E-mel: bhnews@sph.com.sg