Topic followed successfully
Go to BHkuElizabeth Walk
Elizabeth Walk
Elizabeth Walk

Aku susuri sunyi malam, di bibirmu ada darah luka yang mengalir ke laut. Biarpun begitu, kau merasa asyik dan pasrah dikucup ombak yang melandai, membiarkan anak-anak ikan tamban berenang mengejar bulan yang tenggelam di dadamu. Sepoi bayu tidak meredakan kebisingan selorong jalan itu, berbondong-bondong lelaki perempuan tergelak, di sana sini orang-orang sibuk mencari dirinya di bawah tiang lampu dan akhirnya mereka tenggelam ke dalam kolam malam yang pekat dan hitam.
Di warung Satay Club, ada madah rindu bercelaru dari kepulan-kepulan asap rokok seorang pemburu cinta yang senantiasa menunggu mangsa. Asmara begitu murah dijaja atas alasan nasib, membiarkan sayap-sayap kasih bebas berterbangan. Maruah bagai sehelai kertas yang dikoyak-koyak, digumal lumat dan kemudian diinjak sepatu-sepatu najis di jalanan. Kau terlontar semulai ke laut bagai anak-anak ikan dipukul gelombang ke dinding perahu, terhantuk dan terapung di antara buih-buih air yang kembali ke pantai.

